21.04.2023 Views

Akar Pemberontakan

Akar Pemberontakan tumbuh dari tanah subur ketidakpuasan yang mendalam, penentuan nasib sendiri, dan perjuangan yang tak pernah puas untuk kebebasan dan kekuasaan. Berakar pada bentrokan dua kerajaan kuno dan terbentang di pusat-pusat spiritual dunia, plot buku ini menyatakan permusuhan yang ganas dan tak terkendali terhadap kebenaran; menghasilkan sekuel tirani dan revolusi yang diperangi serta wabah permusuhan dan penganiayaan, yang semuanya menghasilkan buah pahit anarki. Misteri pemberontakan mendominasi kursi pemerintahan dan berkobar di hati umat manusia. Berkembang menjadi subversi yang matang, penuh semangat dan berani, instrumen pemberontakan membangun dan membangun tatanan kekacauan dan paksaan; memerintahkan kepatuhan dan kerja sama universal. Karena buku ini secara efektif memberikan pencerahan tentang dasar-dasar rahasia dari satu pemerintahan dunia dan imperialisme hegemonik, pembaca dipersenjatai untuk menghadapi dan melawan penipuan terbesar sepanjang masa.

Akar Pemberontakan tumbuh dari tanah subur ketidakpuasan yang mendalam, penentuan nasib sendiri, dan perjuangan yang tak pernah puas untuk kebebasan dan kekuasaan. Berakar pada bentrokan dua kerajaan kuno dan terbentang di pusat-pusat spiritual dunia, plot buku ini menyatakan permusuhan yang ganas dan tak terkendali terhadap kebenaran; menghasilkan sekuel tirani dan revolusi yang diperangi serta wabah permusuhan dan penganiayaan, yang semuanya menghasilkan buah pahit anarki. Misteri pemberontakan mendominasi kursi pemerintahan dan berkobar di hati umat manusia. Berkembang menjadi subversi yang matang, penuh semangat dan berani, instrumen pemberontakan membangun dan membangun tatanan kekacauan dan paksaan; memerintahkan kepatuhan dan kerja sama universal. Karena buku ini secara efektif memberikan pencerahan tentang dasar-dasar rahasia dari satu pemerintahan dunia dan imperialisme hegemonik, pembaca dipersenjatai untuk menghadapi dan melawan penipuan terbesar sepanjang masa.

SHOW MORE
SHOW LESS

You also want an ePaper? Increase the reach of your titles

YUMPU automatically turns print PDFs into web optimized ePapers that Google loves.

<strong>Akar</strong> <strong>Pemberontakan</strong><br />

bertanduk yang menyerupai anak domba itulah -- dalam pengakuan murni, lemah lembut, dan<br />

tidak berbahaya, -- yang berbicara seperti naga.<br />

"Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk<br />

menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun tetap hidup itu." Di sini digambarkan<br />

dengan jelas suatu bentuk pemerintahan dimana kekuasaan legislatif ada di tangan rakyat,<br />

suatu bukti yang sangat nyata bahwa Amerika Serikat adalah suatu negara yang disebutkan di<br />

dalam nubuatan. Akan tetapi apakah "patung binatang itu?" dan bagaimana caranya<br />

mendirikan patung itu? Patung itu dibuat oleh binatang bertanduk dua, dan itu adalah patung<br />

binatang yang pertama, binatang yang luka namun tetap hidup. Juga dikenal dengan patung<br />

dari binatang itu. Kemudian untuk mengetahui bentuk patung itu, dan bagaimana ia dibentuk,<br />

kita harus mempelajari ciri-ciri binatang itu sendiri -- kepausan.<br />

Bilamana gereja yang mula-mula itu menjadi korup karena berpaling dari kesederhanaan<br />

Injil dan menerima upacara- upacara kekafiran dan adat istiadat mereka, maka gereja<br />

kehilangan Roh dan kuasa Allah; dan agar supaya dapat mengendalikan hati nurani rakyat,<br />

ia mendukung kekuasaan sekular. Akibatnya ialah kepausan, sebuah gereja yang<br />

mengendalikan kekuasaan negara, dan menggunakannya untuk mencapai tujuan-tujuannya<br />

terutama dalam menghukum kaum "bida'ah," "para penyeleweng." Agar supaya Amerika<br />

Serikat dapat membuat patung binatang itu, kekuatan dan kekuasaan agama harus sedemikian<br />

rupa mengendalikan pemerintahan sipil, sehingga kekuasaan pemerintahan sipil itu juga dapat<br />

digunakan oleh gereja untuk mencapai tujuan-tujuannya.<br />

Bilamana gereja sudah memperoleh kekuasaan sekular, ia menggunakan kekuasaan itu<br />

untuk menghukum para pembangkang dari doktrin-doktrinnya. Gereja-gereja Protestan yang<br />

telah mengikuti jejak Roma dengan membentuk persekutuan dengan kekuatan dan kekuasaan<br />

duniawi telah menunjukkan keinginan yang sama untuk membatasi kebebasan hati nurani.<br />

Suatu contoh untuk ini diberikan penganiayaan yang berlarut-larut terhadap para<br />

pembangkang oleh Gereja Inggeris. Selama abad keenambelas dan ketujuh belas, ribuan<br />

pendeta-pendeta yang tidak mau berkompromi telah dipaksa meninggalkan gereja mereka,<br />

dan banyak lagi baik pendeta maupun anggota-anggota diancam dengan hukuman, penjara,<br />

penuiksaan dan mati syahid.<br />

Kemurtadanlah yang menuntun gereja mula-mula itu untuk mencari dukungan<br />

pemerintahan sipil, dan inilah yang meluruskan jalan kepada kepausan -- binatang itu. Rasul<br />

Paulus berkata, "Sebab sebelum Hari itu, akan datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan<br />

dahulu manusia durhaka." (2 Tes. 2:3). Jadi kemurtadan di dalam gereja akan menyediakan<br />

jalan bagi pendirian patung binatang itu.<br />

Alkitab menyatakan bahwa sebelum kedatangan Tuhan akan terjadi kemerosotan agama<br />

yang serupa dengan pada abad-abad pertama. "Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan<br />

datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang.<br />

Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka<br />

311

Hooray! Your file is uploaded and ready to be published.

Saved successfully!

Ooh no, something went wrong!