21.04.2023 Views

Akar Pemberontakan

Akar Pemberontakan tumbuh dari tanah subur ketidakpuasan yang mendalam, penentuan nasib sendiri, dan perjuangan yang tak pernah puas untuk kebebasan dan kekuasaan. Berakar pada bentrokan dua kerajaan kuno dan terbentang di pusat-pusat spiritual dunia, plot buku ini menyatakan permusuhan yang ganas dan tak terkendali terhadap kebenaran; menghasilkan sekuel tirani dan revolusi yang diperangi serta wabah permusuhan dan penganiayaan, yang semuanya menghasilkan buah pahit anarki. Misteri pemberontakan mendominasi kursi pemerintahan dan berkobar di hati umat manusia. Berkembang menjadi subversi yang matang, penuh semangat dan berani, instrumen pemberontakan membangun dan membangun tatanan kekacauan dan paksaan; memerintahkan kepatuhan dan kerja sama universal. Karena buku ini secara efektif memberikan pencerahan tentang dasar-dasar rahasia dari satu pemerintahan dunia dan imperialisme hegemonik, pembaca dipersenjatai untuk menghadapi dan melawan penipuan terbesar sepanjang masa.

Akar Pemberontakan tumbuh dari tanah subur ketidakpuasan yang mendalam, penentuan nasib sendiri, dan perjuangan yang tak pernah puas untuk kebebasan dan kekuasaan. Berakar pada bentrokan dua kerajaan kuno dan terbentang di pusat-pusat spiritual dunia, plot buku ini menyatakan permusuhan yang ganas dan tak terkendali terhadap kebenaran; menghasilkan sekuel tirani dan revolusi yang diperangi serta wabah permusuhan dan penganiayaan, yang semuanya menghasilkan buah pahit anarki. Misteri pemberontakan mendominasi kursi pemerintahan dan berkobar di hati umat manusia. Berkembang menjadi subversi yang matang, penuh semangat dan berani, instrumen pemberontakan membangun dan membangun tatanan kekacauan dan paksaan; memerintahkan kepatuhan dan kerja sama universal. Karena buku ini secara efektif memberikan pencerahan tentang dasar-dasar rahasia dari satu pemerintahan dunia dan imperialisme hegemonik, pembaca dipersenjatai untuk menghadapi dan melawan penipuan terbesar sepanjang masa.

SHOW MORE
SHOW LESS

You also want an ePaper? Increase the reach of your titles

YUMPU automatically turns print PDFs into web optimized ePapers that Google loves.

<strong>Akar</strong> <strong>Pemberontakan</strong><br />

Sebahagian dari nubuatan Jehezkiel juga menjadi sumber kekuatan dan penghiburan bagi<br />

orang-orang percaya: Lalu datanglah firman Tuhan kepadaku, "Hai anak manusia, sindiran<br />

apakah itu yang hidup di antara kamu di tanah Israel yang berbunyi sudah lama berselang<br />

tetapi satu penglihatanpun tak jadi? Oleh sebab itu katakanlah kepada mereka: Beginilah<br />

firman Tuhan Allah: Aku akan menghentikan sindirian ini dan orang tidak akan<br />

mengucapkannya lagi ditanah Israel. Sebaliknya katakanlah kepada mereka: Waktunya sudah<br />

dekat dan tiap penglihatan akan jadi. Sebab tidak akan ada lagi penglihatan yang menipu<br />

ataupun tenungan yang menyesatkan di tengah-tengah kaum Israel, sebab Aku Tuhan, akan<br />

berfirman dan apa yang Kufirmankan akan terjadi dan firman itu tidak akan ditunda-tunda<br />

lagi, sebab masa hidupmu, hai kamu pemberontak, Aku akan mengucapkan suatu firmn dan<br />

Aku akan menggenapinya, demikianlah firman Tuhan Allah." (Yehez. 12:21-25,27-28).<br />

Mereka yang sedang menantikan bersukacita, percaya bahwa Ia yang mengetahui akhir<br />

dari permulaan telah memelihara mereka sepanjang zaman dan yang melihat sebelumnya<br />

kekecewaan mereka, telah memberikan kepada mereka keberanian dan pengharapan. Kalau<br />

bukan bagian ayat-ayat Alkitab yang seperti ini, yang mengingatkan mereka agar menunggu<br />

dengan sabar dan berpegang teguh pada firman Allah, iman mereka sudah gagal dalam cobaan<br />

seperti itu.<br />

Perumpamaan sepuluh anak dara dalam Matius 25 juga menggambarkan pengalaman<br />

orang-orang yang percaya kepada kedatangan Tuhan (orang-orang Advent). Dalam Matius<br />

24, dalam jawaban kepada pertanyaan murid-murid-Nya mengenai tanda-tanda kedatangan-<br />

Nya dan akhir dari dunia ini, Kristus telah menunjukkan beberapa peristiwa-peristiwa paling<br />

penting dalam sejarah dunia ini dan sejarah gereja mulai dari kedatangan-Nya yang pertama<br />

sampai kepada kedatangan-Nya yang kedua, seperti kebinasaan Yerusalem, kesusahan besar<br />

yang menimpa gereja dibawah penganiayaan kekafiran dan kepausan, gelapnya matahari dan<br />

bulan, dan jatuhnya bintang-bintang. Setelah itu Ia berbicara mengenai kedatangan-Nya<br />

dalam kerajaan-Nya, dan menghubungkan dengan kedua golongan hamba yang menantikan<br />

kedatangan- Nya. Fatsal dua puluh lima dimulai dengan kata-kata, "Pada waktu itu hal<br />

Kerajaan Surga seumpama sepuluh gadis." Di sini diungkapkan kehidupan gereja pada akhir<br />

zaman, sama seperti yang ditunjukkan pada penghabisan fatsal 24. Dalam perumpamaan ini<br />

pengalaman mereka digambarkan dalam satu peristiwa pernikahan cara Timur.<br />

"Pada waktu itu hal Kerajaan Surga seumpama sepuluh gadis yang mengambil pelitanya<br />

dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima diantaranya bodoh dan lima bijaksana.<br />

Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan<br />

gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.<br />

Tetapi karena mempelai lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu<br />

tertidur. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang!<br />

Songsonglah dia!"<br />

273

Hooray! Your file is uploaded and ready to be published.

Saved successfully!

Ooh no, something went wrong!